
Syafana Islamic School, memberangkatkan sebanyak 19 staf dan guru, serta jamaah Masjid Agung Syafana Al Iman ibadah umrah.
Chairperson Yayasan Syafana Media Insani Ummu Latifah mengatakan, program ibadah umrah diberikan kepada staf dan guru dengan masa bakti 2013-2026, sebagai bentuk penghargaan dari Yayasan yang menaungi Syafana Islamic School.
Dijelaskan, dari total 19 orang yang diberangkatkan umrah itu, sebanyak 14 orang merupakan staf dan guru atas masa bakti 13 tahun ditambah 1 guru penghafal Alquran 30 juz di Syafana Islamic School yaitu terdiri dari Arif Wibowo, Ali Syafaat, Gwi Widayani, Siska Juwita Sari, Ani Mugirahmi, Rina Martina, Yanti Susilawati, Rarastiti Reineastu, Sudiono, Mega Depi Sukmarani, Nur Wulan Zaenab Sumantri, Yasyienta Tri Rahayu, Rahayu Ika Subakti, dan Roesniyati.
Sedangkan sisanya, 5 orang, merupakan jamaah Masjid Agung Syafana Al Iman pemenang grand prize umroh Kajian Dhuha Batch 5 periode 2025-2026, yakni Abdurahman, Jajang, Yuliawati, Imulia, dan Praganita.

Arif Wibowo, penghafal Alquran yang meraih hadiah umrah mengaku, dirinya tidak menyangka akan mendapatkan hadiah umrah dari Yayasan Syafana Media Insani.
"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih saya yang tak terhingga, kepada ayah dan ibu saya di kampung, yang telah membimbing saya hingga seperti sekarang ini, dan kepada Chairperson Yayasan Syafana Media Insani Ibu Ummu Latifah, serta kepada Syafana Islamic School tempat saya mengajar ," katanya.
Menurutnya, berangkat ke Tanah Suci Makkah merupakan salah satu impian setiap Muslim.
"Saya sangat tidak menyangka, mendapat hadiah umroh ini, semoga saya tetap istiqomah dengan hafalan Alquran dan bisa mengamalkannya," sambungnya.
Dilanjutkan Arif, dirinya mulai menghafal Alquran, sejak duduk di bangku Kelas 2 Madrasah Tsanawiyah, dan baru selesai menghafal 30 juz, setelah lulus kuliah, pada 2011.
"Saya mengajar di Syafana Islamic School
dari tahun 2013. Tetapi baru mendapatkan Sanad pada tahun 2024 dari Syeikh Hassan Abdelghany Ibrahim Hedia. Awalnya, saya tidak memiliki Sanad, sampai akhirnya ditawari Syeikh Hasan usai memimpin salat berjamaah di Masjid Agung Syafana Al Iman," jelasnya.
Sejak 2024 itu, Arif pun mengulang hafalan Alquran 30 juz kepada Syeikh Hasan, dengan setoran hafalan setiap hari sebanyak 5 lembar Alquran standar Ustmani selama 2 tahun.
Senada diungkapkan Jajang, warga Kelapa Dua, jamaah Kajian Dhuha Masjid Agung Syafana Al Iman, dia mengaku sangat senang dan tidak pernah menyangka dari ratusan jamaah yang hadir, saya salah satu yang beruntung mendapatkan grand prize umroh.
" A l h a m d u l l i l a h, selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan rutin mengikuti Kajian Dhuha, di Masjid Agung Syafana Al Iman, saya juga mendapatkan hadiah umrah," katanya.
Dilanjutkan Jajang, dirinya dan istri, Amirah, mengikuti Kajian Dhuha setiap Sabtu pagi sejak awal (5th). Istri saya beruntung mendapatkan grand prize umrah dari batch sebelumnya, hal ini juga yang membuat saya semakin rajin mengikuti Kajian Dhuha di Masjid Syafana Al Iman dan tahun ini hanya 1 kali berhalangan untuk hadir. Bahagia sekali, gak nyangka," lugasnya..


0 Komentar