Syafana Islamic School · Tangerang
Latest InfoContact
News

Raditya Dika, Kegelisahan Sumber Inspirasi Berkarya

Kegelisahan merupakan sumber inspirasi. Siapa sangka, hal ini menjadi kunci sukses seorang Raditya Dika, di dalam berkarya.

Syafana Islamic School9 April 2026
Raditya Dika, Kegelisahan Sumber Inspirasi Berkarya
Share
Raditya Dika, Kegelisahan Sumber Inspirasi Berkarya

SYAFANA NEWS - Kegelisahan merupakan sumber inspirasi. Siapa sangka, hal ini menjadi kunci sukses seorang Raditya Dika, di dalam berkarya.

Menurutnya, suatu karya yang baik, dalam menulis dan membuat konten, harus dimulai dengan memetakan kegelisahan dalam diri dan menuangkannya menjadi suatu karya.

Dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini, suatu karya tidak hanya dalam buku catatan harian, tetapi bisa di flatform media sosial.

Meski dunia tulis menulis dan konten kreator, dua hal yang berbeda. Tetapi sumber proses kreatifnya tetap sama, yakni kegelisahan diri.

"Semua dimulai dari kegelisahan," katanya, saat berbincang dengan S'Digest, di sela mengisi Simposium Nasional Syafana Islamic School-Upper Secondary, Kamis (9/4/2026).

Proses pemetaan diri ini, lanjut Dika, telah mulai dia lakukan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) yang dituangkan ke dalam catatan buku harian.

Dari mulai menulis itulah, keahliannya dalam memetakan kegelisahan diri mulai terasah.

Kegiatan itu, diakuinya, terus dilakukan hingga dirinya duduk di bangku SMA, dan diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul "Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh".

Buku setebal 235 halaman ini, berisi catatan random Dika, tentang hal-hal yang sangat dekat dengan dirinya. Kisah-kisah ringan tersebut, ternyata laku keras di pasaran.

Dalam waktu beberapa tahun sejak pertama diterbitkan pada 2005, buku ini akhirnya difilmkan.

"Awalnya saya menulis diary pas SD, lalu menulis di internet, dan berkomunitas hingga hari ini.. Waktu SMA, yang saya lakukan hampir setiap hari adalah menulis," sambungnya.

Saat buku itu diterbitkan, Dika baru menginjak Kelas 2 SMA. Hingga saat ini, Dika telah menulis tujuh buku yang semuanya berisi tentang kegelisahan dirinya.

"Cari kegelisahan apa yang kalian alami, lalu jadikan karya.. seperti patah hati, selalu ditolak cewek.. dan sebagainya. Setiap orang punya kegelisahannya sendiri," jelasnya.

Salah satu bentuk kegelisahan Dika yang diceritakan ulang adalah, saat dirinya kencan dengan seorang wanita di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel).

Saat itu, dia ingin mengajak pacarnya makan malam. Tetapi apes, saat ke rumah wanitanya itu, dia bertemu dengan sang ayah pacarnya, yang sedang mengeluhkan sakit asam lambung.

Tanpa diduga, sang ayah pacarnya itu minta diantar membeli obat ke apotek. Dika yang mendapat pertanyaan mendadak dan tak terduga itu kontan tidak bisa mengelak.

Akhirnya, dengan berat hati, dia pergi mengantar sang ayah pacarnya tersebut ke apotek untuk membeli obat dan mengantarnya kembali ke rumah dengan selamat.

Yang apesnya lagi, saat Dika hendak pergi dengan pacarnya untuk makan malam, ayah sang pacar mendadak ingin ikut dengan alasan lapar dan mereka pun akhirnya makan malam bertiga romantis.

Cerita kocak yang terdengar seperti lelucon ini sungguh terjadi pada Dika, dan dituangkan ke dalam tulisan dan menarik stasiun televisi untuk menayangkannya.

Kisah anak muda yang pacaran menemui apes, pasti dirasakan oleh setiap orang. Cerita ini akan menarik, jika dikemas dengan penulisan yang jujur. Inilah contoh kegelisahan Dika.

"Semua cerita itu, lalu saya buat skenario dan ditayangkan di TV.. saya percaya, keresahan pribadi kita, kalau diolah dengan baik menjadi sesuatu," jelasnya.

"Jadi nomor satu yang kita cari adalah kegelisahan kita apa," sambungnya.

Selanjutnya, dalam membuat konten. Dika mengatakan, untuk menjadi seorang konten kreator yang baik, seseorang harus terlebih dahulu tahu apa yang diinginkannya.

Buatlah konten yang sesuai dengan kepribadian dan kegelisahan diri, bukan menurut orang lain.

"Kalau konten kreator, kita kan membuat konten yah. Kita harus tahu dulu apa yang penting buat kita untuk konten, apa yang kita gelisahkan, baru cari cara bikinnya gimana?," jelasnya.

Dengan membuat sesuatu yang personal tentang kegelisahan diri, bukan menurut orang lain, sebuah konten akan menemukan jalannya sendiri.

Discussion

1 Komentar

H
Heru Sukoco16 Sep 2026

keren sekali harus undang lagi

Join the Conversation

Tulis komentar

Komentar tidak langsung ditampilkan. Editor akan meninjau komentar terlebih dahulu.

Email tidak ditampilkan secara publik.